Produksi ASI Berkurang? Beberapa Hal Ini Dapat Menjadi Penyebabnya


Produksi ASI Berkurang

– Sebagai seorang ibu, anda tentu ingin memberikan yang terbaik untuk bayi anda, termasuk memberikan ASI yang cukup agar kebutuhan bayi terpenuhi. Namun, masalah saat menyusui bisa saja datang, salah satunya produksi Air Susu Ibu (ASI) mengalami penurunan. Hal ini tentunya akan memicu kekhawatiran pada ibu. Ibu takut kebutuhan nutrisi buah hatinya tidak terpenuhi.

Ada beberapa penyebab mengapa produksi ASI berkurang. Penting bagi ibu menyusui untuk mengetahui apa saja penyebab produksi ASI berkurang sehingga dapat mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Simak beberapa hal yang dapat menjadi penyebab produksi ASI berkurang di bawah ini.

Daftar Isi

Penyebab Produksi ASI Berkurang

Apabila ASI berkurang maka kebutuhan si kecil tidak akan terpenuhi. Padahal seperti yang kita ketahui, ASI merupakan makanan utama si kecil, terlebih lagi jika si kecil belum mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Berikut ini beberapa penyebab produksi ASI berkurang:

Terlalu Banyak Minum Kafein

Anda pecinta kopi? Jika anda tidak bisa menghindari sepenuhnya, sebaiknya kurangi porsinya. Konsumsi terlalu banyak kafein akan berdampak buruk untuk produksi ASI, dimana produksi ASI akan mengalami penurunan. Selain akan mempengaruhi ibu, kafein yang masuk ke dalam tubuh anda akan mempengaruhi kesehatan si kecil.  Ketika anda mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein, maka dapat terserap oleh ASI kemudian masuk ke dalam tubuh si kecil. Akibatnya,

bayi

akan mengalami masalah tidur dan mudah rewel.

Perokok Aktif

Merokok tentunya tidak baik untuk kesehatan. Selain itu, merokok juga akan mempengaruhi ASI. Kebiasaan merokok akan mengganggu lepasnya oksitosin dalam tubuh. Oksitosin itu sendiri merupakan hormon yang merangsang respon let-down reflex. Yang merupakan refleks untuk mengeluarkan ASI dalam payudara, lalu mengalir keluar dan masuk ke mulut bayi.

Nah, apabila refleks ini tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka ASI tidak akan mengalir dari payudara, akibatnya kebutuhan ASI si kecil menjadi tidak terpenuhi. ( Baca juga :

Cara Menyusui Bayi yang Benar

)

Mengalami Kelelahan Setelah Melahirkan

Melahirkan tentunya akan menguras tenaga anda, sehingga wajar saja jika anda merasa kelelahan setelah melahirkan. Selain itu, anda juga harus menjalankan kewajiban seorang ibu, yakni merawat dan menyusui si kecil, sekaligus memulihkan diri anda. Biasanya banyak ibu yang justru mengalami penurunan ASI di masa-masa itu. Masa transisi ini biasanya menjadi salah satu penyebab mengapa produksi ASI menjadi berkurang.

Oleh karena itu, penting untuk mencukupi kebutuhan istirahat anda. Ketikan tubuh terasa lelah, anda dapat meminta bantuan suami. Jangan biarkan tubuh anda kelelahan karena akan berdampak buruk pada produksi ASI.

Mengalami Penyakit Tertentu

Penyakit tertentu dapat membuat produksi ASI menjadi lebih sedikit. Penyakit yang dimaksud yaitu infeksi. Jika anda mengalami beberapa gejala penyakit tertentu yang disertai dengan menurunnya produksi ASI, maka sebaiknya segera temui dokter anda.

Penyakit yang dapat mempengaruhi produksi ASI di antaranya yaitu  Anemia dan hipotiroidisme. Jika anda benar mengalami infeksi, maka dokter mungkin akan meresepkan obat. Pastikan dokter tahu bahwa anda sedang menyusui sehingga obatnya akan disesuaikan.

Minum Alkohol

Sama halnya seperti merokok, kebiasaan minum alkohol juga akan mempengaruhi respon let-down reflex pada ibu menyusui. Selain menurunkan produksi ASI, minum alkohol yang berlebih juga akan membuat si kecil beresiko mengalami perkembangan yang terlambat.

Stres

Banyak tugas yang harus diemban oleh seorang ibu, sehingga ibu wajib untuk menjaga kesehatan fisik maupun psikis. Jika ibu mengalami tekanan yang akan menyebabkan stres fisik, psikologis ataupun emosional maka hal itu dapat mempengaruhi produksi ASI. Meskipun perubahan emosional yang anda alami kecil, tetap saja akan dapat mengganggu refleks let-down ketika sedang menyusui.

Banyak hal yang mungkin akan membuat anda stres, dan hal itu tentunya akan menurunkan produksi ASI. Penting untuk bisa mengelola stres dengan baik. Anda dapat melakukan kegiatan yang menyenangkan agar stres hilang.

Mengonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Ketika anda sedang menyusui, anda harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Beberapa jenis obat diketahui akan mempengaruhi hormon oksitosin, yakni hormon yang mengatur produksi ASI. Beberapa obat yang diketahui dapat menurunkan produksi ASI yaitu obat flu, obat alergi dan diuretik.

Oleh karena itu, sebelum dokter meresepkan obat tertentu, anda harus memberitahu dokter bahwa anda sedang menyusui. Anda dapat berkonsultasi pada dokter mengenai obat apa saja yang boleh dikonsumsi selama anda sedang menyusui.

Mengonsumsi Rempah atau Herbal Berlebihan

Apabila dikonsumsi berlebihan, beberapa ramuan herbal dapat menurunkan produksi ASI. Beberapa herbal atau rempah yang dimaksud yaitu daun mint, oregano dan peterseli. Jika anda rutin mengonsumsi herbal tersebut dan mengalami penurunan ASI, anda dapat segera melakukan konsultasi pada dokter.

Pola Makan yang Buruk

Setelah memiliki buah hati, tentu anda sering begadang hingga larut malam. Penting untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi dan tubuh tetap terhidrasi. Hanya saja, banyak ibu yang mengabaikan hal tersebut, dimana jumlah makanan dan cairan yang dibutuhkan kurang. Jika seperti itu maka produksi ASI akan mengalami penurunan.

Agar produksi ASI tetap terjaga, tidak ada salahnya jika anda tetap memenuhi kebutuhan makanan maupun cairan dalam setiap harinya. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat dan memenuhi kebutuhan cairan penting agar ibu dan bayinya tetap sehat.

Sedang Hamil

Jika anda sedang hamil, maka produksi ASI akan menurun meskipun anda sedang menyusui. Hormon kehamilan diketahui akan menurunkan produksi ASI.

Pemilihan Pil KB yang Tidak Sesuai

Menggunakan alat kontrasepsi dapat mempengaruhi produksi ASI. Jika anda tidak ingin produksi ASI menurun, maka disarankan untuk menghindari menggunakan pil KB yang mengandung hormon estrogen. Anda dapat melakukan konsultasi pada dokter untuk mengetahui alat kontrasepsi apa yang baik digunakan oleh ibu menyusui.

Ibu Mengalami Penurunan Berat Badan Berlebih

Saat menyusui disarankan supaya berat badan ibu tidak turun dengan cepat. Selama ibu dalam masa menyusui, sebaiknya lakukan olahraga dengan bijak dan konsumsi 1800 kalori dalam perharinya. Hindari mengonsumsi obat ataupun minuman penurun berat badan.

Cara Meningkatkan Produksi ASI

Agar produksi ASI anda meningkat dan kebutuhan si kecil tetap terpenuhi, anda bisa meningkatkan produksi ASI dengan beberapa cara di bawah ini:

Terus Menyusui

Tubuh akan memproduksi ASI disesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Jika bayi anda sering menyusu, maka produksi ASI juga akan semakin banyak. Ketika bayi sering menyusu, anda jangan takut ASI habis.

Produksi ASI yang lancar akan memberikan sinyal pada tubuh agar terus memproduksi ASI. Menyusui bayi saat si kecil menginginkan dan tidak pernah melewatkan waktu menyusui menjadi cara alami dan paling mudah agar produksi ASI meningkat. ( Lihat juga :

Tanda Gerakan Janin Menjelang Persalinan Normal

)

Mencukupi Kebutuhan Nutrisi

Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu harus mencukupi kebutuhan nutrisi dengan baik. Jika anda memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik, maka kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tubuh akan terpenuhi dan produksi ASI akan menjadi lebih banyak. Anda dapat memenuhi makanan bergizi yang mengandung mineral dan vitamin penting seperti sayuran hijau, buah-buahan, ayam, daging, telur, ikan dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memenuhi kebutuhan cairan anda dalam setiap harinya. Setidaknya anda disarankan untuk minum sebanyak 8 gelas dalam perhari atau lebih.

Bayi Berada Pada Posisi yang Baik Saat Menyusu

Posisi bayi saat menyusui akan mempengaruhi keluarnya ASI dengan lancar. Posisi bayi yang benar saat menyusu, yakni bayi menempel pada payudara dengan tepat akan membuat ia mendapatkan ASI yang cukup.

Sebaliknya, apabila bayi menyusu dengan posisi yang salah akan membuat produksi ASI menjadi lebih sedikit. ASI yang cukup belum tentu didapatkan si kecil meskipun sering menyusu, karena bisa saja bayi menyusu pada posisi yang salah sehingga untuk memenuhi kebutuhannya si kecil menyusu lebih lama dan sering.

Apabila bayi menempel pada payudara dengan baik dan benar, bayi akan dapat mengisap seluruh bagian puting payudara, sehingga si kecil akan menyusu dengan baik dan tubuh akan terangsang untuk memproduksi banyak ASI.

Merangsang Payudara

Jika anda sudah selesai menyusui, namun anda masih merasa payudara belum kosong, anda dapat terus merangsang payudara agar ASI keluar. Anda dapat merangsang payudara dengan menggunakan pompa khusus untuk payudara atau menggunakan teknik pijatan. Merangsang payudara dapat menjadi tanda bagi tubuh untuk memproduksi ASI.

Kosongkan Payudara dengan Baik Setelah Menyusu

Supaya produksi ASI menjadi maksimal, anda harus memastikan bahwa payudara anda benar-benar kosong sebelum anda menyusui pada payudara yang lainnya. Jika payudara anda benar-benar sudah kosong, kemudian berpindah pada payudara yang lainnya itu tandanya si kecil menyusu dengan baik. Untuk menyusu pada satu payudara biasanya bayi membutuhkan waktu setidaknya selama 10 menit.

Selain itu, anda juga harus memastikan bahwa bayi anda menyusu pada kedua payudara dalam setiap menyusu supaya produksi ASI di setiap payudara menjadi seimbang. Namun, jika si kecil sudah merasa kenyang sebelum ASI pada kedua payudara habis, anda sebaiknya memompa sisa ASI hingga benar-benar habis. Apabila ASI masih tersisa pada payudara, maka tubuh anda akan mengira bahwa produksi ASI berlebih, sehingga produksi ASI yang berikutnya hormon akan mengurangi produksi disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga jika ASI sering tersisa pada payudara, maka produksi ASI akan semaking sedikit.

Si Kecil Harus Tetap Terbangun Saat Menyusui

Jika si kecil terbangun saat menyusui, maka ia akan menghisap payudara anda dengan efektif. Bayi akan mendapatkan nutrisi yang cukup dan anda akan tetap menerima rangsangan agar terus memproduksi ASI. Agar si kecil tetap terjaga, anda dapat sambil berbicara atau melakukan upaya lainnya. Apabila si kecil banyak menghabiskan waktunya untuk tidur, sedangkan sudah saatnya untuk menyusu maka tidak ada salahnya jika anda membangunkan bayi anda.

Hindari Stres

Banyak hal yang akan membuat anda stres. Stres diketahui dapat mempengaruhi produksi ASI. Penting untuk mengelola stres dengan baik. Selain itu, anda juga harus mencukupi kebutuhan istirahat anda.

Jika anda telah melakukan berbagai cara namun produksi ASi masih saja kurang, ada baiknya jika anda melakukan konsultasi pada dokter. Demikian penyebab produksi ASI berkurang dan cara meningkatkan produksi ASI. Semoga bermanfaat.

Artikel ini di review oleh

Bidan Pevi Revina sTR.Keb

Saluran ASI Tersumbat, Ketahui Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya


Saluran ASI Tersumbat

– Ibu akan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan setelah si kecil dilahirkan. Dari ASI bayi baru lahir akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Setelah berusia 6 bulan si kecil akan mendapatkan tambahan nutrisi dari makanan pendamping ASI yang dikonsumsinya.

Menyusui memiliki banyak manfaat, baik untuk bayi ataupun ibu menyusui. Dalam proses menyusui bayi, ada ibu yang dapat memberikan ASI-nya dengan lancar tanpa kendala apapun, namun ada juga ibu yang mengalami masalah sehingga proses menyusui menjadi terhambat dan si kecil tidak mendapatkan ASI dengan maksimal.

Ibu menyusui dapat mengalami berbagai masalah saat menyusui, salah satunya saluran ASI yang tersumbat. Kenali ciri-ciri saluran ASI tersumbat dan cara mengatasinya seperti berikut ini.

Daftar Isi

Saluran ASI Tersumbat

Memberikan ASI pada si kecil tentu menjadi keharusan untuk seorang ibu. Si kecil akan mendapatkan berbagai nutrisi yang dibutuhkannya dari ASI sebelum ia mengenal MPASI. Hanya saja, terkadang dalam proses menyusui si kecil banyak kendala yang ibu alami. Dimana karena kendala tersebut proses menyusui menjadi terhambat dan si kecil tidak mendapatkan cukup ASI.

Salah satu masalah yang mungkin dapat dialami oleh ibu ketika sedang menyusui yaitu saluran ASI yang mengalami penyumbatan. Saluran ASI yang tersumbat bisa terjadi kapan pun, entah itu ketika anda mulai menyusui si kecil atau bahkan anda sudah berjalan menyusui si kecil.

Penyebab Saluran ASI Tersumbat

Masalah penyumbatan pada saluran ASI biasanya hanya terjadi pada salah satu payudara  saja. Namun, ada beberapa ibu yang mengalaminya pada kedua payudara.  Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan ibu mengalami saluran ASI tersumbat. Berikut ini beberapa penyebab saluran ASI tersumbat pada ibu menyusui.

  • ASI produksinya lebih banyak dibandingkan jumlah ASI yang si kecil hisap
  • Ibu tidak memberikan ASI pada bayi dengan teratur dan rutin
  • Adanya tekanan yang berlebihan pada payudara, seperti misalnya menggunakan bra yang terlalu ketat, ketika memerah ASI, tidur dengan posisi yang tidak benar dan lain sebagainya
  • Ibu mengalami milk blister atau adanya bintik putih yang menyebabkan lubang puting tersumbat
  • Ibu mengalami beberapa  kondisi seperti kelelahan, stres, sistem imun yang sedang lemah dan anemia

Ciri-Ciri Saluran ASI Tersumbat

Ketika saluran ASI mengalami sumbatan anda akan merasakan beberapa gejala, salah satunya payudara yang membengkak serta sakit. Nah, berikut ini beberapa gejala atau ciri-ciri saluran ASI mengalami sumbatan yang penting anda ketahui.

  • Payudara terasa sakit
  • Ketika ditekan terasa ada bagian yang keras pada payudara
  • Pada area yang tersumbat beberapa ibu mengalami kulit yang memerah
  • Terasa panas pada payudara
  • Terdapat benjolan berukuran kecil di payudara
  • Pada salah satu atau bahkan pada kedua payudara saluran susu menjadi lebih lambat
  • Pada area payudara tertentu tekstur kulit menjadi lebih keras

Tersumbatnya aliran ASI biasanya tidak diiringi dengan demam. Hanya saja, jika diiringi oleh demam anda harus lebih waspada terhadap kondisi mastitis. Mastitis merupakan kondisi dimana jaringan payudara mengalami peradangan.

Ketika anda mengalami penyumbatan pada saluran ASI, si kecil mungkin akan menjadi lebih rewel ketika sedang menyusu. Hal itu disebabkan karena bayi ketika menghisap puting susu merasa kesulitan, berbeda seperti biasanya.

Bagaimana Cara Mengatasi Saluran ASI yang Tersumbat?

Salah satu cara yang dapat dilakukan agar sumbatan menjadi lancar yaitu dengan terus menyusui si kecil. Anda bisa menyusui si kecil dengan sering. Meskipun anda mungkin akan merasa kesakitan, namun anda tetap harus melakukannya. Jangan menunda menyusui si kecil karena akan menyebabkan payudara semakin sakit.

Mulut si kecil yang menghisap payudara anda akan membantu saluran yang tersumbat kembali lancar. Apabila setelah menyusui si kecil payudara masih terasa penuh, untuk mengatasinya anda bisa

memompa ASI

.

Tidak hanya menyusui atau memompa ASI, untuk mengatasi saluran ASI yang tersumbat anda bisa mencoba beberapa tips di bawah ini.

Kompres Menggunakan Air Hangat

Anda dapat mengompres payudara yang terasa sakit dengan menggunakan air hangat. Namun, pastikan air jangan terlalu panas karena akan menyebabkan iritasi. Selain mengompres payudara, mandi dengan menggunakan air hangat juga akan membantu.

Selain itu, anda bisa melakukan pijatan lembut pada payudara untuk mengatasi saluran yang tersumbat. Hindari tekanan pada payudara seperti menggunakan bra maupun baju yang ketat. Ketika sedang tidur anda bisa melepas bra.

Konsumsi Makanan Sehat

Mengonsumsi makanan sehat tentu sangat dianjurkan. Cukupi kebutuhan nutrisi harian agar tubuh tetap sehat. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat bagi ibu menyusui akan berpengaruh terhadap ASI. Dimana kualitas ASI akan menjadi meningkat, selain itu sistem kekebalan tubuh anda  juga akan menjadi meningkat sehingga tidak akan mudah terserang oleh penyakit.

Cukupi Kebutuhan Cairan

Dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam setiap harinya, begitu pun ibu menyusui. Bagi ibu menyusui, mencukupi kebutuhan cairan akan dapat membantu melancarkan produksi ASI. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi ibu menyusui untuk mencukupi kebutuhan cairannya.

Cukupi Waktu Tidur

Mencukupi waktu tidur sangat penting dilakukan . Anda bisa meminta dukungan keluarga agar bisa mengatur waktu tidur. Mintalah dukungan suami atau keluarga yang lainnya dalam menjaga si kecil ketika anda sedang beristirahat.

Hindari Stres

Seperti yang kita ketahui, stres memiliki dampak buruk untuk kesehatan. Anda harus dapat mengelola stres dengan baik. Lakukan hal-hal yang menenangkan dan membuat anda merasa lebih rileks seperti membaca, olahraga atau melakukan meditasi. Beberapa kegiatan asik dan menyenangkan akan membantu anda mengatasi stres yang dialami.

Perhatikan Posisi Bayi Saat Menyusu

Anda harus memperhatikan posisi bayi ketika sedang menyusu. Anda dapat melakukan berbagai posisi ketika menyusui si kecil, namun pastikan anda dan si kecil tetap nyaman. Diketahui, posisi menyusui dengan dagu si kecil berada pada bagian payudara  yang terasa sakit dapat membantu membuat sumbatan menjadi lancar.

Pilih Bra yang Tepat

Sumbatan pada saluran ASI kondisinya dapat menjadi lebih buruk disebabkan karena tekanan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih bra yang tepat. Menggunakan bra yang sempit ataupun atasan yang ketat akan membuat sumbatan.

Oleh karena itu, pastikan bra yang anda gunakan sesuai dan cocok dengan ukuran anda. Anda juga sebaiknya menggunakan atasan longgar. Anda harus tetap memperhatikan kenyamanan dengan apa yang anda gunakan.

Jika rasa sakit yang anda alami tidak juga membaik, alangkah lebih baik jika anda periksakan kondisi anda pada dokter. Selain itu, anda harus segera pergi ke dokter jika mengalami sumbatan pada saluran ASI lebih dari 2 hari. Pasalnya saluran ASI yang mengalami sumbatan akan dapat menyebabkan infeksi pada payudara dan menyebabkan demam.

Itulah beberapa ciri-ciri dan cara mengatasi saluran ASI tersumbat yang penting diketahui. Semoga bermanfaat.

Cara Mengatasi Puting Susu Lecet Saat Menyusui


Puting Susu Lecet Saat Menyusui

– Setelah melahirkan, kini anda sudah benar-benar menjadi seorang ibu. Kini anda memiliki tugas dan tanggung jawab untuk merawat si kecil, termasuk menyusuinya. Air susu ibu ( ASI ) berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dari ASI

bayi

mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Saat proses menyusui, tidak jarang ibu mengalami hambatan. Salah satu masalah yang sering dialami oleh perempuan saat menyusui bayinya yaitu puting lecet dan nyeri. Keadaan ini tak jarang membuat ibu menunda proses menyusui. Puting lecet tentunya jangan dibiarkan begitu saja, penting bagi ibu menyusui untuk mengatasinya dengan segera agar tidak semakin parah dan dapat menyusui buah hatinya dengan normal kembali. Nah, untuk mengetahui cara mengatasi puting susu lecet saat menyusui, simak pembahasan di bawah ini.

Daftar Isi

Penyebab Puting Susu Lecet Saat Menyusui

Agar bisa mengetahui cara mengatasi atau pengobatan puting susu lecet yang tepat, anda harus mengenali terlebih dahulu beberapa kondisi yang dapat menyebabkan puting susu lecet seperti di bawah ini.

Infeksi Jamur

Keadaan ini akan terjadi apabila dalam mulut si kecil terdapat jamur yang kemudian akan menempel pada puting ibu ketika menyusui. Akibatnya puting ibu akan mengalami infeksi jamur dan lecet. Selain itu, keadaan ini juga biasanya disertai dengan gejala atau tanda lainnya seperti puting terasa gatal, kemerahan, permukaan puting mengkilap dan payudara nyeri saat menyusui atau sebelum menyusui.

Saluran Susu Tersumbat

Keadaan ini ditandai dengan terdapatnya lapisan kulit tipis pada bagian atas saluran susu. Lapisan kulit tipis ini bisa berwarna putih atau kuning. Jika saluran susu tersumbat maka akan membuat ASI sulit keluar, sehingga si kecil akan menghisap ASI dengan lebih kuat  untuk memenuhi kebutuhannya. Pada akhirnya puting susu akan terasa sakit. ( Lihat juga :

1500 Rangkaian Nama-Nama Bayi Laki-Laki Islami Modern

)

Tali Lidah

Tali lidah merupakan selaput penghubung bagian dasar mulut dengan lidah bagian bawah. Apabila selaput ini terlalu panjang meregang atau terlalu pendek, proses menyusui si kecil akan mengalami masalah dan menyebabkan puting ibu lecet.

Puting Melepuh

Puting susu lecet juga bisa disebabkan karena penggunaan pompa ASI yang tidak tepat atau posisi menyusui yag salah. Gesekan yang terjadi saat memompa ASI atau menyusui akan membuat puting susu melepuh. Keadaan ini akan ditandai dengan sakit ketika menyusui. Selain itu, puting yang melepuh biasanya akan mengeluarkan cairan berupa darah, kuning atau bening.

Proses Menyusui yang Tidak Tepat

Selain beberapa penyebab di atas, puting susu lecet dan terasa nyeri dapat disebabkan karena pelekatan yang tidak tepat saat proses menyusui, dimana puting dan sekitar bagian payudara tidak masuk dengan benar dalam mulut bayi. Akibatnya si kecil akan menghisap bagian puting susu, bukannya payudara. Awalnya keadaan ini hanya akan membuat tidak nyaman dan sakit. Namun, jika terus menerus seperti ini tentunya akan membahayakan puting susu anda.

Cara Mengatasi Puting Lecet

Puting susu lecet biasanya akan sembuh dengan sendirinya, asalkan perawatan yang baik dan benar tetap dilakukan. Berikut ini beberapa cara mengatasi puting susu lecet saat menyusui. ( Baca juga :

Cara Menyusui Bayi yang Benar

)

  • Ketika keadaan puting sedang lecet sebaiknya jaga keadaan puting agar tidak terlalu kering. Hindari menggunakan sabun pada bagian puting. Pemakaian sabun dapat menyebabkan puting payudara lecet. Sebab sabun mengandung soda yang dapat membuat puting lecet. Saat mandi anda cukup membersihkan puting menggunakan air, tanpa sabun.
  • Sebaiknya gunakan bra katun supaya sirkulasi udara berjalan dengan baik. Hindari menggunakan bra dengan lapisan plastik pada bagian dalamnya. Sebab model bra seperti itu dapat menjadi penyebab puting lecet.
  • Jaga kebersihan payudara anda dengan selalu mengganti bantalan payudara setelah selesai menyusui.
  • Setelah anda selesai menyusui si kecil, anda dapat memeras ASI sekitar dua tetes. Setelah itu anda dapat menggosokannya pada sekitar puting dengan lembut agar terasa nyaman.
  • Sebelum anda menggunakan pakaian, sebaiknya biarkan puting anda hingga benar-benar kering.
  • Konsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Selain bagus untuk mencegah batuk pilek, vitamin C juga dapat membantu mencegah infeksi, serta menyembuhkan kulit sakit dengan lebih cepat. Anda dapat mengonsumsi buah-buahan seperti kiwi, jeruk, stroberi, lemon dan rapsberi.
  • Cara lain yang efektif yaitu dengan mengompres hangat pada area payudara yang lecet karena akan membantu menenangkan kulit.

Jika keadaan puting semakin parah, bahkan menghambat proses menyusui segera konsultasikan pada dokter. Dokter mungkin akan menyarankan pengobatan yang tepat untuk kondisi anda.

Cara Menyusui yang Tepat Agar Puting Susu Tidak Lecet

Tidak sedikit ibu, terutama ibu muda yang beluh paham teknik menyusui yang baik dan benar. Teknik menyusui yang salah menjadi faktor penyebab utama puting susu terasa nyeri dan lecet. Keadaan ini tentu akan menyebabkan masalah saat proses menyusui. Anak tidak akan mendapatkan nutrisi yang cukup karena ASI tidak akan keluar dengan maksimal. Cara menyusui yang baik dan benar sebaiknya dilakukan dengan bergantian antara kedua payudara. Jangan hanya fokus pada satu payudara saja saat menyusui. Nah, berikut ini cara menyusui yang benar agar puting payudara tidak lecet.

  • Saat menyusui anda harus memperhatikan posisi menyusui yang tepat. Jangan jauhkan badan si kecil dari anda. Dada atau perut si kecil harus menempel pada dada atau perut ibu.
  • Wajah bayi diposisikan menghadap payudara anda. Usahakan leher si kecil tidak terputar atau menghadap ke depan. Posisi seperti itu disebut dengan chin to breast. Dengan posisi ini dagu si kecil harus dengan benar menempel pada payudara ibu.
  • Posisikan badan bayi menghadap ke badan anda. Telinga si kecil harus membentuk garis lurus dengan lengan, serta lehernya.
  • Anda harus menyangga tubuh si kecil dengan benar, bukan hanya kepala dan leher saja yang harus disangga melainkan seluruh punggung bayi juga agar proses menyusui aman dan nyaman.
  • Proses menyusui dapat menjadi momen untuk meningkatkan ikatan batin dengan buah hati. Sehingga saat menyusui anda dapat melakukan kontak mata dengan bayi anda.
  • Anda harus memperhatikan posisi kepala bayi. Pastikan posisi kepala si kecil sudah benar. Posisi kepala bayi harus berada di lengan, bukan pada siku ibu.

Masalah puting lecet saat menyusui biasanya tidak akan menyebabkan komplikasi. Namun meskipun begitu bukan berarti anda mengabaikan kondisi ini. Jika payudara anda mengalami pembengkakan, bahkan tidak berkurang meskipun sudah dikompres hangat, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

ASI memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan anak ataupun ibu. Dari ASI kebutuhan nutrisi si kecil dapat terpenuhi. Oleh karena itu, keadaan puting lecet jangan dijadikan sebagai alasan untuk tidak menyusui buah hati anda. Cara mengatasi puting susu lecet saat menyusui di atas diharapkan dapat membantu anda. Semoga bermanfaat.

Artikel ini di review oleh

Bidan Pevi Revina sTR.Keb

ASI Eksklusif untuk Bayi | Ibu Wajib Tahu Manfaatnya!

Air susu ibu (ASI) merupakan asupan nutrisi bayi yang paling mudah dicerna oleh sistem pencernaan yang belum sempurna. Pentingnya ASI eksklusif untuk bayi karena didalamnya terdapat gizi seimbang yang sangat dibutuhkan oleh nya. Terutama untuk pertumbuhan dan perkembangan selama enam bulan pertama. Hal tersebut menjadi alasan betapa pentingnya asi eksklusif diberikan kepada bayi.

Seorang ibu yang baru saja melahirkan, sangat dianjurkan untuk memberikan

ASI eksklusif

pada bayi selama enam bulan pertama. Program ASI eksklusif adalah tidak memberikan makanan atau minuman tambahan kepada bayi. Bayi hanya diberikan air susu ibu saja.

Daftar Isi


Berapa jangka waktu pemberian ASI eksklusif?

Pada dasarnya, jangka waktu untuk menyusui tergantung lagi kepada kondisi ibu dan bayi. Ibu disarankan untuk menyusui bayi secara eksklusif kurang lebih selama enam bulan pertama usia bayi. Setelah itu dilanjutkan sampai bayi berusia dua tahun dengan ditambah makanan pendamping ASI atau MPASI.


Apa saja manfaat pemberian ASI eksklusif pada bayi?

Asupan yang paling baik untuk diberikan untuk bayi adalah ASI. Selama enam bulan, ibu tidak memberi bayi makanan atau minuman tambahan. Itu karena kandungan ASI sudah memenuhi nutrisi yang baik dan penting untuk tumuh kembang bayi seperti protein, vitamin dan lemak. Berikut manfaat ASI eksklusif untuk bayi.


Tubuh bayi lebih kuat dan kebal terhadap berbagai penyakit

Kandungan zat antibodi yang terkandung dalam asir susu ibu mampu membuat sistem kekebalan bayi lebih kuat. Tubuh bayi akan mampu melawan segala virus dan bakteri yang masuk. Bayi akan terhindar dari resiko terkenanya penyakit diare, infeksi telinga, serta infeksi saluran pernafasan. Antibodi yang terdapat dari tubuh ibu disalurkan lewat ASI serta mampu melindungi bayi dari serangan alergi dan asma.


Tulang bayi semakin kuat

Air susu ibu yang diberikan kepada bayi mampu menguatkan tulang belakang bayi dan tulang leher.


Mampu mencerdaskan bayi

Setiap ibu pasti menginginkan anaknya tubuh menjadi anak yang cerdas. Kuncinya adalah memberikan asi secara eksklusif. Kandungan asam lemak yang terdapat pada asi mampu mencerdaskan otak bayi. Ikatan emosional yang terjalin antara ibu dan bayi mampu mempengaruhi kecerdasan bayi.


Barat badan bayi tetap seimbang

Air susu ibu tidak akan membuat bayi terlalu gemuk seperti hal nya susu formula. Asi mampu menjaga berat badan bayi tetap seimbang. Kandungan insulin yang terdapat pada air susu ibu lebih sedikit dibanding susu formula.

Insulin adalah zat yang mampu memicu pembentukan lemak. Jadi, dengan memberikan asi eksklusif tidak akan membuat bayi kegemukan. Dengan asi, bayi akan memiliki lebih banyak kandungan leptin. Leptin yaitu hormon yang mempunyai peran sebagai pengatur nafsu makan serta metabolisme lemak.


Mengurangi resiko sindrom kematian mendadak

SIDS atau

Sudden Infant Death Syndrom

adalah kemadian yang terjadi pada bayi secara mendadak. Biasanya penyakit ini menyerang pada bayi yang berusia 1 tahun ketika ia tertidur. Bayi prematur biasanya lebih beresiko terkena penyakit tersebut. Dengan memberikannya air susu ibu mampu mengurangi resiko SIDS terjadi pada bayi anda.


Bayi mendapat banyak asupan kolesterol

Bayi sangat membutuhkan asupan kolesterol guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan nya. Sebaliknya dengan orang dewasa, tidak boleh mendapatkan asupan kolesterol terllau banyak.

Baca Juga :

Saluran ASI Tersumbat, Ketahui Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya


Manfaat pemberian ASI eksklusif berdasar pada jangka waktu pemberiannya

Berikut manfaat diberikan nya air susu ibu secara eksklusif pada bayi berdasar pada jangka waktu pemberian nya:


Beberapa hari pascapersalinan

Jika bayi hanya di susui selama beberapa hari, maka bayi akan menerima asi kolostrum dari ibu. Kolostrum akan menjadi antibodi dan mampu membangun sistem imunitas alami untuk bayi.


Selama 3-4 minggu pertama

Proses pemberian asi selama periode ini mampu membuat sistem pencernaan bayi menjadi semakin matang. Dengan ini, bayi akan lebih menerima makanan asing yang masuk kedalam tubuh bayi.


Selama 6 bulan pertama

Menyusui selama enam bulan pertama tanpa memberi makanan ataupun minuman apapun. Hal tersebut mampu mengurangi resiko infeksi yang terjadi pada bayi. Seperti infeksi telinga, gastrointestinal, bahkan kanker.


Selama 9 bulan pertama

Memberikan air susu ibu selama sembilan bulan pertama mampu meningkatkan perkembangan pada otak bayi.


Selama 1 tahun pertama

Jika bayi diberika asupan ASI eksklusif selama satu tahun pertama bayi, maka sistem imun tubuh bayi akan semakin kuat.


Selama 18 bulan pertama

Bayi yang mendapatkan asupan air susu ibu selama rentan waktu ini akan lebih banyak mendapat nutrisi. Selain nutrisi, bayi juga akan mendapatkan perlindungan, kenyamanan penyakit dibandingkan bayi yang telah di sapih oleh ibunya.

Rentan masa menyusui pada bayi juga dapat dipengaruhi oleh kondisi serta jumlah produksi air susu ibu. Jumlah produksi ASI tergantung pada frekuensi menyusui. Semakin sering bayi disusui, maka hormon prolaktin yang dilepaskan akan semakin bertambah banyak. Hormon tersebut sangat berpengaruh pada produksi ASI.


Manfaat memberikan ASI eksklusif bagi ibu

Selain memberikan manfaat untuk bayi, pemberian air susu ibu mempunyai manfaat untuk ibu. Naah apa saja manfaat memberikan asi eksklusif bagi ibu? Yuk simak point-point berikut.

  • Menjadi alternatif kontrasepsi alami yang disebut MAL atau

    Metode Amenore Laktasi

    . Karena dengan memberikan asi secara eksklusif mampu menunda masa subur.
  • Mampu menurunkan berat badan pasca melahirkan
  • Mengurangi terkena kanker leher rahim serta kanker payudara
  • Mengurangi resiko terserang nya virus HPV yang mampu menyebabkan kanker serviks.

Selain manfaat dari pemberian asi secara eksklusif, tak jarang ibu sering mengalami produksi ASI yang sedikit terganggu. Hal  yang paling penting untuk mengatasinya adalah memastikan ibu menyusui mendapat asupan makanan secara teratur. Ibu menyusui harus mendapat kalori yang cukup dari berbagai makanan yang sehat. Berikut jenis makanan penambah ASI.


Alpukat

Alpukat merupakan pembangkit energi yang bergizi bagi ibu menyusui. Keluhan yang sering terjadi pada ibu menyusui adaah mudah lapar. Faktanya, ibu menyusui banyak membuang kalori. Alpukat mengandung 80% lemak. Komposisi ini mampu membuat ibu menyusui awet kenyang. Alpukat merupakan sumber vitamin B, vitamin K, Vitamin C, kalium dan folat.

Kacang-kacangan

Aneka kacang-kacangan mengandung banyak mineral yang sangat penting seperti zat besi, kalium, vitamin K dan vitamin B. Kacang-kacangan juga merupakan sumber lemak esensial dan protein sehat.

Jamur

Tidak semua jenis jamur akan dianggap laktogenik sebagai booster asi yang alami. Namun, beberapa jenis jamur mengandung antioksidan yang mampu memberikan nilai positif untuk produksi asi. Jenis jamur yang bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui yaitu jamur reishi, maitake, shimeji dan jamur tiram.

Bayam, Katuk, Kangkung dan Brokoli

Mengkonsumsi sayuran hijau tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan produksi asi. Ibu menyusui dapat merasakan manfaat lain yaitu manfaat kesehatan serta mampu membantu kebiasaan makan yang baik untuk diikuti oleh bayi.

Wotel dan Ubi

Salah satu sayuran yang berakar merah yang sering digunakan untuk menambah produksi asi yaitu ubi dan wortel.  Sama seperti sayuran yang berdaun hijau, berakar merah dan orange banyak mengandung fitoestrogen. Zat tersebut mampu membantu peningkatan produksi asi.

Menyadari asi eksklusif sangat penting diberikan kepada bayi, anda diharapkan dapat lebih semangat dalam menyusui bayi. Berikan nutrisi yang terbaik untuk bayi anda. Apabila anda selama memberikan asi eksklusif masih mendapatkan kendala, anda bisa berkonsultasi dengan konsultan laktasi maupun bidan.

Semoga Bermanfaat!

Penyebab Mastitis, Masalah yang Sering Dialami Ibu Menyusui

Di masa menyusui buah hatinya, ibu bisa saja mengalami masalah yang akan dapat menyebabkan proses menyusui terganggu. Dimana salah satu masalah yang dapat dialami ibu menyusui yaitu mastitis. Berikut ini penjelasan seputar penyebab mastitis pada ibu menyusui.

Daftar Isi

Penyebab Mastitis

Mastitis merupakan suatu kondisi yang biasanya sering dialami oleh ibu menyusui, dimana kondisi ini membuat jaringan pada payudara bengkak dan meradang dengan tidak normal. Masalah mastitis biasanya lebih sering dialami oleh ibu menyusui yang baru melahirkan beberapa bulan atau ketika sedang masa menyusui buah hatinya.

Selain oleh ibu menyusui, mastitis bisa saja dialami wanita yang belum melahirkan dan telah menopause. Penyebab kondisi yang satu ini bisa karena terdapat infeksi pada saluran payudara atau bisa saja tanpa infeksi. Payudara yang mengalami masalah ini biasanya terlihat membengkak, terasa sakit dan warnanya kemerahan. Tidak hanya itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan penderitanya demam dan menggigil.

Selain itu, ada beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan mastitis pada ibu menyusui seperti berikut ini.

Adanya Sumbatan Pada Saluran Susu

ASI melalui proses yang panjang sebelum keluar dari puting ibu dan diisap oleh si kecil. ASI yang dihasilkan akan dialirkan saluran ASI hingga puting payudara. Hanya saja, saluran ASI tersebut tidak akan selalu lancar. Dalam suatu kondisi tertentu, saluran ASI dapat mengalami sumbatan yang akan menyebabkan penumpukan ASI pada payudara.

Jika penumpukan ASI pada payudara semakin banyak, maka risiko mengalami peradangan akan semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena ASI yang mengalami penumpukan akan dapat menyebabkan munculnya tekanan.

Masalah sumbatan pada saluran susu tidak akan terjadi tanpa adanya penyebab. Saluran susu bisa mengalami sumbatan disebabkan karena bayi mengisap ASI tidak menempel dengan tepat pada puting ketika sedang menyusu, yang pada akhirnya dapat menyebabkan mastitis.

Selain itu, kebiasaan bayi yang menyusu pada salah satu sisi payudara saja dapat menyebabkan sumbatan pada saluran susu. Hal ini disebabkan karena ASI yang terus menerus diproduksi tidak keluar karena tidak adanya isapan dari si kecil. Sehingga dengan begitu ASI akan mengalami penumpukan pada salah satu sisi payudara, yang mana pada akhirnya akan menyebabkan aliran susu mengalami sumbatan. Tidak hanya itu, sumbatan pada payudara juga dapat disebabkan karena payudara tidak kosong sepenuhnya ketika menyusui.

Baca juga :

Cara Mengatasi Puting Susu Lecet Saat Menyusui

Adanya Infeksi Bakteri

Selain karena adanya sumbatan pada saluran ASI, mastitis juga bisa disebabkan karena infeksi bakteri. Pada kulit memang umum terdapat bakteri, namun tidak akan membahayakan. Hanya saja, apabila bakteri pada kulit tersebut menembus kulit maka akan dapat menyebabkan infeksi. Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan mastitis akan dapat masuk ke dalam jaringan payudara yang disebabkan karena adanya kerusakan pada area sekitar puting.

Sumbatan ASI pada saluran susu juga dapat menyebabkan infeksi. Namun, jika kondisi ASI-nya baik dan segar, perkembangbiakan bakteri tidak akan terjadi.

Adanya masalah atau kerusakan pada puting serta aerola juga akan dapat menyebabkan munculnya masalah mastitis. Hal ini dapat disebabkan karena isapan si kecil pada saat sedang menyusu tidak benar. Selain itu, posisi yang salah pada saat anda memompa payudara juga akan dapat menyebabkan mastitis.

Bakteri yang dapat menyebabkan mastitis bisa berpindah dari mulut si kecil ketika sedang menyusu. Apalagi jika pada puting payudara terdapat luka. Sehingga dengan begitu bakteri akan dapat mudah masuk yang akan menyebabkan mastitis.

Kondisi Mastitis Selain Pada Ibu Menyusui

Selain beberapa penyebab yang sudah disebutkan di atas, ada hal lainnya yang dapat menyebabkan mastitis. Selain ibu menyusui, mastitis juga dapat dialami oleh seorang wanita yang tidak menyusui. Baik itu wanita yang belum menikah atau wanita yang sudah mengalami menopause. Untuk wanita yang belum melahirkan, serta belum menyusui disebut dengan mastitis periductal. Mastitis ini bisa disebabkan karena pada payudara terdapat infeksi.

Dimana infeksi payudara ini bermula di bagian bawah puting muncul peradangan kronis. Hal ini akan dapat menyebabkan puting terasa sakit, terluka bahkan timbul celah. Kondisi seperti ini akan dapat menyebabkan bakteri mudah masuk ke dalam. Mastitis ini biasanya dialami oleh wanita berusia 20 hingga 30 tahun.

Untuk kondisi mastitis yang dialami wanita memasuki atau sudah menopause disebut dengan mastitis ektasia duktus. Kondisi ini disebabkan karena seiring dengan usia yang semakin bertambah saluran pada puting lebih lebar dan pendek. Kondisi ini akan dapat menyebabkan iritasi.

Ciri-Ciri Mastitis Pada Ibu Menyusui

Mastitis biasanya terjadi pada salah satu payudara. Namun, tidak menutup kemungkinan kedua payudara dapat mengalaminya. Bagi ibu menyusui sangat penting untuk mengetahui gejala mastitis sehingga dapat dengan cepat dan mudah menanganinya.

Gejala mastitis pada awal kemunculannya hampir mirip dengan gejala flu. Dimana tubuh akan terasa menggigil, kedinginan bahkan dapat menyebabkan demam. Namun, ada beberapa ibu menyusui yang tidak mengalaminya. Nah, selain itu ada beberapa gejala mastitis lainnya yang mungkin dialami oleh ibu menyusui seperti berikut ini.

Payudara Mengalami Pembengkakan

Payudara yang membengkak menjadi salah satu gejala mastitis yang mudah dideteksi. Bagian payudara anda tentunya sudah dikenali dengan baik, baik itu ukuran ataupun bentuknya. Ketika sedang menyusui ukuran payudara memang akan menjadi membesar. Hanya saja, ukuran payudara yang mengalami perubahan ini tidak sama dengan pembengkakan yang disebabkan oleh mastitis.

Pada Payudara Muncul Benjolan

Selain itu, pembengkakan yang anda alami pada payudara juga bisa disertai dengan kemunculan benjolan. Adanya benjolan pada payudara yang menjadi gejala masititis disebabkan karena jaringan payudara mengalami penebalan.

Payudara Menjadi Merah

Payudara yang mengalami pembengkakan dan benjolan dapat semakin jelas dengan adanya perubahan warna pada payudara, dimana payudara menjadi kemerahan bagaikan ruam. Ketika anda menyentuh payudara, bahkan pada beberapa area terasa panas.

Terasa Nyeri Pada Payudara

Karena pembengkakan pada payudara dan munculnya benjolan, payudara anda yang mengalami mastitis akan terasa panas dan nyeri. Ketika anda sedang menyusui si kecil, rasa sakit akan semakin bertambah parah, begitupun ketika anda menyentuh payudara anda.

Gatal Pada Payudara

Gejala lainnya yaitu terasa gatal pada payudara. Di area payudara anda akan timbul rasa gatal yang tentunya akan membuat anda merasa tidak nyaman.

Terdapat Luka

Kondisi mastitis yang penyebabnya karena infeksi bakteri dapat terjadi diakibatkan adanya celah kecil atau luka di puting payudara. Selain pada puting, luka atau celah juga bisa terdapat pada area payudara di sekitar puting. Dimana keberadaan luka tersebut akan menyebabkan bakteri mudah masuk ke dalam payudara anda yang pada akhirnya akan menyebabkan masalah mastitis.

Pada Payudara Terdapat Garis Merah

Kondisi payudara yang mengalami pembengkakan, bisa saja muncul garis merah pada payudara. Kondisi ini terjadi karena pada jaringan dalam payudara terdapat peradangan.

Demikian informasi seputar penyebab mastitis dan beberapa gejala mastitis yang dapat dialami oleh ibu menyusui. Semoga bermanfaat.